Slider

BREAKING NEWS

Sabtu, 28 Oktober 2017

Lima Bulan Ditahan, Ahok: Pokoknya Nyesel Deh Orang-orang yang Kirim Saya ke Penjara


















USI – Pada Selasa (24/10/2017), sepuluh penulis mengunjungi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Mako Brimob, Kelapadua, Depok. Salah satu dari mereka, Threes Emir, berbagi cerita mengenai betapa cerianya Ahok meski saat ini terhitung sudah lima bulan dirinya berada dalam penjara. Padahal, awalnya Threes sempat memperkirakan suasana pertemuan dengan Ahok akan sedikit mengharukan dan membuatnya meneteskan air mata. Rupanya dugaan tersebut meleset.
“Tetapi karena dia gembira, semangat, kita ikut ketularan gembira. Kelihatan banget dia enggak ada dendam atau apa,” demikian diungkapkan Threes kepada tim media pada Jumat (27/10/2017), sebagaimana dikutip dari laman updatesegalainfo.com, Sabtu (28/10/2017).
Yang tadinya hendak bersedih, Threes malah bengong melihat cerianya Ahok. Padahal, bahkan Threes pribadi pun mengaku selalu merasa sebal jika sudah teringat mengenai bagaimana Ahok bisa sampai berada di Mako Brimob ini.
Threes dibuat kagum oleh jiwa besar Ahok yang bisa menerima kondisi dan kenyataannya dengan baik. Kepada Threes, Ahok bahkan menuturkan orang-orang yang menginginkannya berada di penjara akan menyesal sewaktu melihat kondisinya sekarang.

Belajar Bahasa Mandarin

“Dia bisa ketawa-ketawa, dia bilang, ‘Pokoknya nyesel deh orang-orang yang kirim saya ke penjara. Orang saya di sini belajar banyak hal, belajar sabar, baca banyak, belajar Bahasa Mandarin’,” imbuh Threes menirukan penuturan Ahok.
Threes juga berpendapat, jika orang lain yang mengalami nasib seperti Ahok, penulis itu berani jamin semangat orang tersebut akan langsung turun—belum tentu bisa setegar Ahok.

Surat Mengharukan

Dalam jengukan ke Mako Brimob tersebut, Threes juga memberikan titipan surat dari cucunya, Bonfilius Anselmo, untuk Ahok.
Awalnya, Threes tidak berharap bahwa surat cucunya akan dibalas cepat. Ini dikarenakan Ahok menyebutkan kini dia masih sibuk membalas surat yang dikirim orang-orang sejak bulan September. Mengetahui hal tersebut, Threes terkejut lantaran ada surat balasan Ahok yang sampai dengan cepat kemarin.
Yang lebih mengharukan lagi, menurutnya, adalah isi suratnya. Surat itu bersifat personal, Ahok menyemangati cucunya agar bisa menerbitkan buku. Sedangkan hal lainnya adalah cerita singkat Ahok mengenai betapa bersyukurnya dia bisa mengalami kejadian ini.













Betapa dia berterima kasih kepada musuh-musuhnya yang senang dia dijebloskan ke penjara. Isi suratnya seolah menjawab mengapa Ahok masih bisa begitu ceria.
I have to say thank you to all my enemies who want me in prison,” ungkap Ahok pada surat yang dtulisnya untuk cucu Threes.
Karena dengan menghabiskan waktu di penjara, Ahok jadi punya banyak waktu untuk membaca, menulis, berolahraga, dan juga berdoa. Ahok bisa melatih mengontrol dirinya, belajar memaafkan, dan belajar cara melayani dengan hati yang riang gembira.
I’ve trained myself in self control, forgiveness, and learn how to serve people with joyful heartThank God for all this circumstances,” tulis Ahok.
Akhirnya, semangat itu pula yang menular ke seluruh ruangan. Pertemuan yang diprediksikan akan menjadi kunjungan yang penuh haru itu malah menjadi pertemuan yang penuh suka cita, layaknya bertemu teman lama.
Saat  Threes dan teman-teman penulis lainnya pergi meninggalkan Mako Brimob, Ahok tidak akan merasa kesepian apalagi sedih. Ia tetap bahagia ditemani surat-surat penyemangat dan tak lupa mempelajari banyak hal baru dari buku-buku yang kini digemarinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox