Slider

BREAKING NEWS

Kamis, 25 Januari 2018

Kehabisan modal, kontraktor tinggalkan pembangunan jembatan di Pesisir Selatan


USI - Pembangunan proyek jembatan kabupaten yang terletak di kawasan Bukit Kaciek Koto Luar, Nagari atau Desa Adat Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terbengkalai ditinggal pergi kontraktor.
jembatan ini ditinggal pergi kontraktor sudah selama 25 hari kerja, sejak mulai dikerjakan pada 28 September 2017. Keterangan warga, pembangunan proyek jembatan tersebut ditinggal kontraktor akibat kehabisan modal.
"Gaji pekerjanya banyak yang tidak dibayarkan. Bahkan ada yang sampai Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta yang tidak dibayar," terang seorang pekerja Badul (40), Kamis (25/1).
Dalam kondisi terbengkalai, kebutuhan sarana jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga sebagai alternatif pertanian. Akibat terkendalanya pembangunan tersebut, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat jadi terbengkalai.
Kadis PU dan Penataan Ruang Pessel, Era Sukma Munaf mengaku sudah mensurvei kondisi pembangunan tersebut. Dia menyebut pembangunan memang telah dilaksanakan pihak kontraktor yang tidak bertanggungjawab.
"Kita sudah menoleransinya dengan 50 hari kerja masa denda tetapi tidak dilaksanakan juga, kemungkinan kontraknya akan kita putus dan diblack list karena telah mungkir dari target kita," terang Era Sukma saat ditemui.
Dia menjelaskan, pembangunan jembatan alternatif warga di Bukit Kaciek tersebut dengan anggaran Rp 983 juta terget masa kerja 90 hari. Namun, akibat terkendala kelalaian kontraktor, pembangunan tersebut harus dilanjutkan di anggaran perubahan.
"Kelanjutan kegiatannya jika tidak ada kejelasan dari kontraktor, kemungkinan akan kita lanjutkan pada perubahan 2018 dan selanjutnya kontraktor yang mengerjakan nanti akan kita seleksi," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox