USI - Tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF) diketahui sebagai salah satu tentara terkuat di dunia. Namun, kekuatannya dilakukan untuk menjatuhkan banyak lawan yang tidak bersalah, menjarah dan menghancurkan rumah-rumah warga sipil Palestina.
Kabar yang masih hangat adalah tewasnya tenaga medis Palestina, Razan Ashraf al-Najjar. Korban saat itu sedang bertugas menyelamatkan warga Palestina yang terluka di jalur Gaza, Jumat (1/6). Tentara Israel juga menyerang lokasi penyimpanan senjata Hamas. Jet tempurnya menyerang 15 lokasi di Jalur Gaza, sekaligus sebagai reaksi atas penembakan roket ke arah Israel sebelumnya.
Dari sekian banyak serangan yang dilakukan tentara Israel, masih banyak lagi fakta tentang mereka. Berikut fakta-fakta yang menggambarkan kejamnya tentara Israel.
1. Tentara Israel didoktrin untuk melawan Palestina

Doktrinisasi tentang perang melawan Palestina sudah dilakukan kepada masyarakat Israel sejak usia dini. Dalam doktrinisasi tersebut, sifat paranoid terhadap musuh juga sudah ditanamkan sejak usia dini.
Tentara Israel sejak awal sudah dilatih secara intensif untuk berperang dalam menundukkan dan mengendalikan Palestina. Dan penindasan terhadap warga sipil Palestina dilakukan oleh Israel secara rutin.
2. Beberapa tentara Israel merasa bersalah terhadap apa yang dilakukan

Banyak tentara Israel yang secara pribadi menyadari apa yang dilakukannya merupakan hal yang salah, namun mereka terus mendapat tekanan sehingga tidak dapat keluar dari kegiatan penindasan tersebut. Beberapa dari mereka juga mengalami trauma setelah menyaksikan kekejaman di Gaza.

Banyak yang belum mengetahui dari mana sumber dana perang Israel, terutama untuk kesehatan, peralatan perang dan akomodasi para tentara Israel.
Perlu diketahui, salah satu sumber pendanaan perang Israel adalah dari penjualan senjata kepada pemberontak di seluruh dunia.
4. Warga Israel yang berusia 18 tahun sudah harus wajib militer

Israel merupakan satu-satunya negara yang mewajibkan warganya dan penduduk tetap, baik pria maupun perempuan, untuk menjalani wajib militer.
Setiap warga Israel yang telah berusia 18 tahun, dan memenuhi syarat, diwajibkan untuk masuk militer. Biasanya pria bertugas selama tiga tahun dan perempuan dua tahun.
5. Tentara Israel tidak sembarang menyebarkan berita ke media

Semua media di Israel harus melalui sensor pengawasan berita oleh IDF. Bahkan IDF atau tentara Israel membungkam media massa, seperti surat kabar Haaretz saat media tersebut akan mempublikasikan tentang kesaksian tentara Israel.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar