
USI - Layaknya sebuah kisah dalam drama, seorang pria di China harus menelan pil pahit dari kisah cintanya. Meski telah memberikan segalanya kepada sang pujaan hati, nyatanya cinta dari pria yang tak disebutkan namanya itu berakhir dengan bertepuk sebelah tangan.
Tak mampu mengontrol emosi akibat rasa sakit hati yang ia alami, pria berusia 27 tahun itu nekat membunuh si gadis pujaan dengan mendorongnya dari lantai 19 sebuah apartemen. Gadis cantik yang telah dicintai pelaku selama 8 tahun oleh pelaku pun diketahui tewas seketika.
Keduanya baik korban dan pelaku diketahui merupakan teman sekelas di bangku sekolah menengah atas. Sayangnya keduanya harus berpisah ketika si pria lulus karena melanjutkan pendidikan tingkat universitas di Amerika Serikat (AS).
Meski terpisah ruang, jarak dan waktu, mereka diketahui tetap menjaga hubungan dan komunikasi. Secara teratur, si pria yang berasal dari Hangzhou itu terus mengabarkan kepada si gadis tentang perkembangan dan kegiatannya di Negeri Paman Sam.
Sekira setahun setelah menetap di AS, si pria mulai memberikan berbagai hadiah mewah pada sang gadis. Mulai dari tas bermerek, bahkan perhiasan. Sayangnya dari beragam hadiah mewah itu, tak ada yang berhasil untuk bisa memenangkan hati gadis tersebut. Ketika si pria menyatakan perasaannya, si gadis menjawab jika mereka perlu mengenal lebih dekat lagi.
Tak tenang karena cintanya masih digantung, si pria kemudian nekat meninggalkan AS dan merelakan kehidupannya di sana. Ia terbang ke Hangzhoun demi bisa hidup dekat dengan sang pujaan hati. Keduanya kemudian diketahui tinggal bersama di sebuah apartemen bersama seorang perempuan lainnya.
Lagi-lagi semuanya tak sesuai dengan apa yang direncanakan si pria. Ia tak sengaja menemukan sebuah bingkai foto yang menunjukkan gambar sang pujaan hati tengah bersama pria lain. Selama 8 tahun mengenal, si gadis tersebut diketahui tak pernah mengizinkannya untuk berfoto bersama.
Hal inilah yang kemudian membuatnya meradang. Tak hanya sampai di situ, keadaan semakin memburuk ketika si pria tak sengaja mendengar sang gadis tengah berbicara melalui sambungan telefon dengan pria lain. Dalam pembicaraan tersebut, si gadis diketahui melontarkan kalimat yang sangat menyakitkan tentang pria yang telah menaruh hati padanya itu.
Melansir Sanghaiist, Minggu (27/8/2017), pada pria di ujung sambungan telefonnya, si gadis mengaku jika ia sangat membenci pria yang tinggal satu atap dengannya itu. Dan malam itu, si pria mengaku sama sekali tak bisa tidur. Ia kemudian dengan sengaja mencari informasi secara online mengenai "bunuh diri" dan "hukuman atas pembunuhan yang disengaja."
Ketika pagi tiba, si pria akhirnya memutuskan masuk ke dalam kamar gadis pujaannya. Ia yang sudah gelap mata kemudian menyeret tubuh sang pujaan hati lalu nekat melemparkannya melalui balkon kamar yang terletak di lantai 19. Si gadis tewas seketika dan si pria pun harus mendekam di balik jeruji besi akibat tindakan kejinya tersebut.
Tak mampu mengontrol emosi akibat rasa sakit hati yang ia alami, pria berusia 27 tahun itu nekat membunuh si gadis pujaan dengan mendorongnya dari lantai 19 sebuah apartemen. Gadis cantik yang telah dicintai pelaku selama 8 tahun oleh pelaku pun diketahui tewas seketika.
Keduanya baik korban dan pelaku diketahui merupakan teman sekelas di bangku sekolah menengah atas. Sayangnya keduanya harus berpisah ketika si pria lulus karena melanjutkan pendidikan tingkat universitas di Amerika Serikat (AS).
Meski terpisah ruang, jarak dan waktu, mereka diketahui tetap menjaga hubungan dan komunikasi. Secara teratur, si pria yang berasal dari Hangzhou itu terus mengabarkan kepada si gadis tentang perkembangan dan kegiatannya di Negeri Paman Sam.
Sekira setahun setelah menetap di AS, si pria mulai memberikan berbagai hadiah mewah pada sang gadis. Mulai dari tas bermerek, bahkan perhiasan. Sayangnya dari beragam hadiah mewah itu, tak ada yang berhasil untuk bisa memenangkan hati gadis tersebut. Ketika si pria menyatakan perasaannya, si gadis menjawab jika mereka perlu mengenal lebih dekat lagi.
Tak tenang karena cintanya masih digantung, si pria kemudian nekat meninggalkan AS dan merelakan kehidupannya di sana. Ia terbang ke Hangzhoun demi bisa hidup dekat dengan sang pujaan hati. Keduanya kemudian diketahui tinggal bersama di sebuah apartemen bersama seorang perempuan lainnya.
Lagi-lagi semuanya tak sesuai dengan apa yang direncanakan si pria. Ia tak sengaja menemukan sebuah bingkai foto yang menunjukkan gambar sang pujaan hati tengah bersama pria lain. Selama 8 tahun mengenal, si gadis tersebut diketahui tak pernah mengizinkannya untuk berfoto bersama.
Hal inilah yang kemudian membuatnya meradang. Tak hanya sampai di situ, keadaan semakin memburuk ketika si pria tak sengaja mendengar sang gadis tengah berbicara melalui sambungan telefon dengan pria lain. Dalam pembicaraan tersebut, si gadis diketahui melontarkan kalimat yang sangat menyakitkan tentang pria yang telah menaruh hati padanya itu.
Melansir Sanghaiist, Minggu (27/8/2017), pada pria di ujung sambungan telefonnya, si gadis mengaku jika ia sangat membenci pria yang tinggal satu atap dengannya itu. Dan malam itu, si pria mengaku sama sekali tak bisa tidur. Ia kemudian dengan sengaja mencari informasi secara online mengenai "bunuh diri" dan "hukuman atas pembunuhan yang disengaja."
Ketika pagi tiba, si pria akhirnya memutuskan masuk ke dalam kamar gadis pujaannya. Ia yang sudah gelap mata kemudian menyeret tubuh sang pujaan hati lalu nekat melemparkannya melalui balkon kamar yang terletak di lantai 19. Si gadis tewas seketika dan si pria pun harus mendekam di balik jeruji besi akibat tindakan kejinya tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar