Slider

BREAKING NEWS

Sabtu, 26 Agustus 2017

Mantap! Tenda Biru Sepanjang 2 Km dan Karpet Merah di Muzdalifah Siap Sambut Jamaah Haji


USI -  Pemerintah Arab Saudi memberikan layanan baru bagi jamaah haji 2017. Kini jamaah akan dilindungi tenda biru dan karpet bermotif dengan dominasi warna merah.

Kini tenda biru sudah berjajar sepanjang 2 km di pinggir pagar bagian dalam padang Muzdalifah. Sementara tumpukan karpet masih terbungkus di dalam tenda.

Ketua Muassasah Asia Tenggara M Amin Indragiri menjelaskan, tenda dengan lebar 5,5 meter itu disiapkan untuk ruang berteduh jamaah haji, jika belum diberangkatkan ke Mina sampai siang pada tanggal 10 Zulhijjah.

Hal ini dimungkinkan terjadi seiring normal kembalinya kuota seluruh negara pengirim jamaah haji, termasuk Indonesia.

Selain tenda baru, Muzdalifah juga akan dilengkapi dengan karpet baru.

Diperkirakan sekira 70% ruang jamaah haji Indonesia di Padang Muzdalifah akan tertutup karpet dengan motif bunga dominan warna merah.

“Alhamdulillah, tahun ini Muzdalifah akan kembali dilengkapi dengan karpet baru dari Muasassah bagi jamaah haji Indonesia. Itu kualitasnya sama dengan yang ada di Arafah,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sabtu 26 Agustus 2017.

Layanan fasilitas karpet di Muzdalifah ini sudah diberikan sejak tahun lalu. Jamaah haji Indonesia juga akan mendapatkan batu kerikil yang sudah disiapkan Muassasah dalam kemasan kantong. Batu ini akan dibagikan kepada jamaah saat tiba di Muzdalifah.

“Jamaah tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari batu kerikil untuk melontar jumrah. Batu kerikil tersebut telah dipersiapkan oleh Muassasah sejak April 2017. Batu telah dipecah menjadi kerikil dengan ukuran yang hampir sama setiap batunya. Kerikil itu juga sudah dicuci sebelum dikemas,’tambah Lukman.

Sementara itu, Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daerah kerja Makkah menyatakan, soal keabsahan batu diambil tidak pada hari H juga dinilai bukan sebuah perkara. "Yang penting batu berasal dari Muzdalifah," tegasnya.

Sekadar diketahui, batu tersebut merupakan salah kewajiban bagi jamaah dalam melaksanakan wajib haji. Melempar batu sebesar kelereng itu dilaksanakan pada tanggal tertentu, yakni 10 dzulhijjah (melempar di pilar aqobah sebanyak 7 batu. Kemudian pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah, melempar di pilar Ula, Wustho, Aqobah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox