Gaga bukanlah kekasihnya. Gaga adalah seekor anjing Labrador betina hitam yang diperoleh Gary dari sosiasi Anjing Panduan Hongkong. Anjing tersebut sudah menjadi “mata” pengganti bagi Gary selama ini.
Berkat Gaga pun, rasa percaya diri Gary meningkat dan memberinya rasa aman yang besar untuk menjelajahi Hongkong. Pelari 50 tahun itu mengatakan bahwa anjing barunya jauh lebih efektif daripada menggunakan tongkat untuk navigasi harian di sekitar kota.
"Hidup saya telah banyak berubah," katanya seperti dilansir dari South China Morning Post. "Saya pergi ke pusat perbelanjaan setiap hari dan naik bus. Sebelumnya saya selalu harus meminta bantuan orang. Tapi sekarang saya punya anjing pemandu, saya beri dia perintah dan dia akan membantu saya,” kata Gary mengenai Gaga yang mulai bersamanya sejak April lalu.
"Ini seperti saya memiliki teman baru yang tinggal dengan saya. Saya bahkan memperlakukannya sebagai anak perempuanku. Ini sangat membantu interaksi saya dengan orang lain dan sepertinya semua orang di sekitar saya bersahabat sekarang.”
Gaga dinamai berdasar seorang karyawan di salah satu perusahaan sponsor asosiasi, Link Reit, kepercayaan investasi real estat Hongkong. Namun Gary mengakui bahwa dia kadang-kadang menyebutnya Lady Gaga saat ada orang yang mendekati mereka berdua dan mengajak mengobrol.
Sejak lahir Gaga memang telah dilatih untuk menanggapi perintah bahasa Inggris. Namun Gary, yang memiliki anjing lain bernama Hugo, akan mulai mengajarinya beberapa instruksi dalam bahasa Kanton .
Buat Gary, Gaga adalah segalanya. ”Dia memberi peringatan saat saya naik tangga atau menyeberang di jalan. Saat pertama saya merasa tidak nyaman dan butuh waktu untuk membiasakan diri,” katanya.
Tapi sekarang, mereka disebut Gary saling memahami dengan lebih baik. ”Gaga kadang membuat kekacauan di rumah. Tapi setelah saya membersihkannya, Gaga biasanya menjadi manja. Seolah dia memberi tahu saya kalau dia mencintai saya dan saya pun mencintainya.”
Gary menderita nyctalopia atau rabun buta cacat retina di masa kecil. Dia benar-benar kehilangan pengelihatannya pada 2009. Saat pandangannya benar-benar hilang, Gary mengalami depresi dan tenggelam dalam alkohol. Pikiran untuk mengakhiri hidup pun kerap muncul.
Tapi, Gary mengubah hidupnya setelah mengenal olahraga lari. Dia pun sukses melenyapkan sekitar 31 kilogram lemak tubuhnya. Bersama partner berlarinya, Jennifer Cheung Sze-ying, mereka mencapai prestasi membanggakan.
Pada 21 dan 22 Januari tahun ini, duo itu menyelesaikan perjalanan 100 kilometer yang melelahkan melintasi Kutub Selatan. Itu adalah bagian dari World Marathon Challenge 2017. ”Saya akan mengatakan kepada orang-orang, jangan menyerah.” ”Jika Anda menyerah pada hidup Anda, Anda hanya akan kehilangan diri Anda sendiri.”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar