Slider

BREAKING NEWS

Sabtu, 19 Mei 2018

143 Juta Pengguna Medsos Berpotensi Terkena Virus Radikal


USI - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyebut 143 juta pengguna media sosial berpotensi terkena virus radikalisme dan terorisme.

" Kita harus bicara hulu dan hilir. Hulu seperti apa? Ya itu, literasi, bicara konten, dan narasi. Hilirnya baru pemblokrian," kata Tenaga Ahli Kemkominfo Donny Budi Utoyo, dikutip Dreamdari Setkab, Jumat, 18 Mei 2018.

Donny menyebut sejak pertama kali terjadi bom di gereja di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 13 Mei 2018, sudah ada 1.285 akun media sosial diblokir. Pemblokiran itu dilakukan dalam waktu 3 hingga 4 hari.

Kemenkominfo, ujar Donny, sudah jauh-jauh hari memblokir akun-akun bermasalah itu.
“ Salah satu upayanya adalah dengan aduan konten, internet sehat, siber kreasi dan lainnya. Isinya dengan melakukan literasi digital, cara menghindari paham radikal,” ucap Donny.

Saat ini, kata Donny, kelompok propaganda menggunakan agitasi dan propaganda melalui media sosial.

“ Tujuannya, untuk mempengaruhi warganet yang masih bisa dipengaruhi dengan “ kampanye-kampanye” mereka,” kata Donny.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox